Minggu, 06 Juni 2010

Pesona Buku Tak Lekang Digerus Waktu


Membaca buku tak pernah menimbulkan rasa bosan. Semenjak masih bocah sampai sekarang ,ketertarikan saya terhadap buku tak pernah pudar. Pesona buku juga tak lekang digerus zaman. Dari situlah timbul ketertarikan saya mengoleksi beberapa jenis buku, yang ironisnya baru mulai bisa terealisasi setelah saya bekerja (maksudnya sudah punya uang sendiri untuk membeli buku..hehe).



Majalah yang pertama kali dipernalkan oleh ayah saya adalah “Ananda”, kemudian beralih ke bacaan tenar anak-anak masa itu “Bobo”. Berawal dari kebiasaan, buku berhasil memikat hati saya. Bacaan saya pun berkembang ke buku-buku detektif yang tenar masa itu seperti Trio Detektif, Pasukan Mau Tahu, STOP sampai Lima Sekawan. Tapi waktu itu saya jarang bisa membeli sendiri, tentu saja karena keterbasan dana. Alhasil saya harus meminjam ke sana-sini untuk memuaskan keinginan saya menikmati buku-buku menarik itu. Metode pinjam meminjam, mulai dari teman, persewaan sampai perpustakaan pun berlanjut hingga kuliah.

Setelah bekerja, saya ingin balas dendam. Buku yang dulu sulit terbeli, satu demi satu saya kumpulkan, termasuk buku-buku lawas. Setelah mempertimbangkan banyak hal (terutama isi cerita), saya memilih lima judul buku untuk saya koleksi, disamping juga membeli buku-buku baru. Buku “yang beruntung” bakal saya buru adalah serial TRIO DETEKTIF, STOP, Serial-nya Hilman, Sidney Sheldon dan John Grisham. Saat ini koleksi saya jumlahnya lumayan. Trio Detektif dan STOP sudah punya lebih dari 20 edisi, bgitu juga serial LUPUS dkk. Sedangkan buku John Grisham dan Sidney Sheldon juga nyaris lengkap.

Mencari buku jadul macam ini jelas tidak mudah. Butuh perjuangan dan trik-trik khusus untuk mendapatkan barangnya dengan harga murah. Tapi saya sungguh beruntung karena di Solo ada sentra buku bekas yang terletak di area ALun-alun Utara (dekat kraton Solo). Berbekal kesabaran dan sedikit lobi-lobi, buku idaman saya kian menumpuk memenuhi rak di rumah.

Untuk buku-buku Trio Detektif, STOP dan buku karangan Hilman, saya biasa mendapatkan dengan harga Rp 3.000-Rp 5.000 per buku. Sedangkan untuk buku John Grisham dan Sidney Sheldon, biasanya harga berkisar antara Rp 7.000-Rp 10.000 (di Kwitang Jakarta harganya bisa sampai 15.000-25.000). Tetapi tidak setiap saat saya bisa memperoleh buku buruan saya. Kadang-kadang saya datang ke Alun-Alun Utara dan pulang dengan tangan hampa juga. Untuk mempermudah, biasanya saya meninggalkan nomor telepon kepada mereka. Alhasil, ketika ada buku yang saya cari, mereka langsung SMS saya..Praktis kan?
erjuangan melengkapi koleksi, tidak cuma mengandalkan bursa buku bekas ini. Saya juga rajin ngubek-ubek setiap kali ada pameran di Solo. Stan yang saya incar adalah YUSUF AGENCY, yang pusatnya di Yogyakarta. Kalau jeli dan sabar memilih, Anda bisa mendapatkan buku bagus dan masih oke dengan harga super miring. Pernah saya mendapat “Pelican Brief” milik John Grisham yang masih terbungkus plastik hanya dengan harga 15.000! Kalau gak sabar nunggu pameran saya biasanya langsung meluncur ke toko Yusuf Agency yang ada di Yogyakarta (tak jauh dari Ambarukmo Plaza). Yang menarik, saya juga pernah mendapatkan buku gara-gara pasang status di fb. Teman yang baik hati rela mengirim buku yang saya cari secara gratis.

Karena koleksi saya belum lengkap, usaha pencarian saya pun terus berlanjut. Suatu hari nanti saya ingin punya perpustakaan pribadi yang penuh aneka koleksi buku menarik. Dalam benaksaya, perpustakaan itu bakal dilengkapi dengan komputerisasi yang rapi. Demi knyamanan membaca, saya juga berencana menempatkan sofa merah yang empuk di tengah ruangan sehingga siapapun bisa betah membaca di sana…..